Kenyataan bahwa Yesus mati di hari Paskah bukan suatu kebetulan. Itu sudah ada di dalam rencana Allah sejak permulaan. Paskah dimulai pada saat keluar dari Mesir. Allah mengadakan itu untuk memperingati di malam umat Israel meloloskan diri, ketika semua anak-anak sulung orang Mesir mati.
Karena Paskah dirayakan oleh gereja-gereja Kristen dengan suatu sakramen Ekaristi atau Perjamuan Kudus, sakramen tersebut dapat pula disebut sebagai Perjamuan Paskah Kristen, [1] atau Perjamuan Kudus Jumat Agung, [3] yang berbeda dari Perjamuan Paskah Yahudi.
Terkait perayaan Paskah di Monas, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) juga telah angkat bicara. Menurut PGI, Monas sebagai ruang publik terbuka seharusnya tidak dijadikan lokasi perayaan
Warna liturgi dalam PUMR. Menurut Pedoman Umum Misale Romawi, khususnya pada nomor 335-347, di sana disebutkan beberapa warna liturgi beserta penjelasannya. Umumnya kita mengenal tiga warna liturgi yang biasa dipakai: putih, hijau, ungu. Ketiga warna liturgi itu dipakai sesuai dengan masa liturgi dan juga perayaan-perayaan liturgi yang
Yesus berkata, "Yang harus kamu sembah adalah Yehuwa Allahmu, dan bagi Dia saja kamu harus melakukan pelayanan suci.". ( Matius 4: 10) Itulah sebabnya Saksi-Saksi Yehuwa tidak merayakan Natal, Paskah, atau Hari Mei ( May Day), karena hari-hari raya itu bersumber dari penyembahan dewa-dewi.
Ekaristi dalam Gereja Katolik adalah perayaan Misa dalam Gereja Katolik . Istilah Ekaristi juga digunakan untuk menyebut roti dan anggur setelah ditransubstansiasikan menjadi tubuh dan darah Kristus. Menurut Katekismus Gereja Katolik, "Pada Perjamuan Terakhir, pada malam waktu Ia diserahkan, Penyelamat kita menetapkan kurban Ekaristi Tubuh dan Darah-Nya."
Sementara itu Umat Advent selalu merayakan hari Sabat pada hari Sabtu. Umat Advent tidak merayakan Natal. Kalau menurut saya pribadi, merayakan ibadah di gereja terhadap hari Sabtu atau Minggu itu mirip saja, yang paling mutlak adalah kemauan dan target kita ke gereja. Akhir Kata. Demikian pembahasan singkat mengenai sejarah hari sabat dalam
Pekan suci dimulai sejak Minggu Palma, dirayakan Minggu, 20 Maret 2016, sementara Tri Hari Suci atau Tridum dimulai hari ini: Kamis Putih, Jumat Agung, dan berakhir dengan Paskah. Berikut ini adalah penjelasan singkat, seperti dikutip dari laman Beliefnet.com, makna hari dan istilah yang dirayakan umat Kristen dan Katolik menjelang puncak Paskah.
Namun tidak semua Gereja sepakat. Jadi sejak itu, isu menetapkan tanggal paling penting dalam kalender Kristiani tersebut masih terus berlanjut - lebih dari 2.000 tahun setelah semua umat Kristen meyakini dan sepakat bahwa Yesus bangkit dari kematian.
Sejak zaman rasul-rasul hingga sekarang, gereja mengenal satu ordo dasar (kerangka dasar) liturgi minggu yang terdiri dari empat langkah, yaitu Berhimpun (Gathering) - Pelayanan Firman - Pelayanan Meja - Pengutusan. Istilah-istilah ini dipilih untuk menunjukkan dinamika jemaat dalam berliturgi: liturgi adalah kata kerja, suatu aksi.
cjmDF.